Kamis, 17 Mei 2012

Penyebab Kematian Ibu Karena Perdarahan


PENYEBAB KEMATIAN IBU KARENA PERDARAHAN

Angka kematian ibu berkaitan erat dengan tingginya kasus kehamilan resiko tinggi, yaitu kehamilan yang menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi besar yang dapat mengancam keselamatan ibu dan janin yang dikandungnya selama masa kehamilan, melahirkan maupun pada masa nifas. Menempatkan upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) sebagai program prioritas penyebab langsung kematian ibu di Indonesia seperti halnya di Negara lain adalah perdarahan, infeksi, eklamsia kedalam perdarahan dan infeksi sebagai penyebab kematian, sebenarnya tercakup pula kematian akibat oburtus terinfeksi dan partus lama. Selain itu, kematian ibu juga disebabkan oleh penyakit yang memburuk akibat kehamilan, misalnya penyakit jantung dan infeksi yang kronis lainnya. Kematian ibu sering terjadi karena pengetahuan yang masih rendah dari masyarakat tentang bahaya dan komplikasi pada kehamilan resiko tinggi, dalam hal ini contohnya ; terlambat memutuskan rujukan kepada tenaga kesehatan. Masyarakat umumnya di Indonesia dan khususnya di daerah-daerah pedalaman atau daerah tertinggal masih memegang teguh kepercayaan mereka kepada dukun bukan pada tenaga kesehatan khususnya Bidan. Hal inilah yang menjadi pertentangan antara budaya dan ilmu pengetahuan.

Salah satu penyebab kematian ibu adalah perdarahan atau pandarahan. Perdarahan merupakan penyebab kematian ibu nomor 1 di Indonesia. Perdarahan dapat terjadi pada ibu ketika dia sedang hamil, pada saat persalinan, dan juga dalam masa pemulihan selama 40 hari setelah melahirkan (pada masa nifas). Penyebab perdarahan pada masa kehamilan misalnya karena adanya aborsi atau pengguguran kandungan secara sengaja, adanya kejadian secara spontan oleh tenaga kesehatan, adanya kelainan letak tempat tertanamnya ari-ari pada tempat yang menutupi jalan lahir, atau adanya trauma fisik pada daerah perut ibu hamil. Pada masa persalinan, misalnya karena ibu bersalin di tolong oleh dukun yang tidak terlatih  atau tidak ada ilmuyang mendukung profesinya, usia ibu yang masih terlalu muda (masih belasan tahun) alat reproduksinya belum siap sehingga mudah terjadi perdarahan, adanya anemia atau gizi yang buruk, ibu yang terlalu sering melahirkan anak lebih dari tiga kali dan melahirkan anak dengan jarak yang terlalu dekat kurang dari 2 tahun. Penyebab perdarahan pada masa nifas antara lain adalah karena ibu yang minum ramuan obat atau jamu bersih darah yang tidak aman untuk ibu baik setelah keguguran maupun setelah melahirkan, akibat pijat pada daerah perut oleh dukun dan luka jahitan jalan lahir terbuka.

Tanda-tanda perdarahan seperti keluarnya darah dari jalan lahir bias menembus pakaian tidak kunjung berhenti dengan warna darah merah segar. Hal yang di takutkan adalah jika ada rasa mau pingsan, mata berkunang-kunang atau penglihatan kabur, keluhan kepala pusing, kesemutan, telapak tangan dan kaki menjadi pucat dan dingin, nafas menjadi sesak atau tersegal-segal, jika terjadi hal tersebut maka sebaiknya jangan menunda untuk segera mencari pertolongan kepada bidan atau dokter terdekat untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan dan untuk keselamatan ibu dan janin jika masih bisa di selamatkan.

Perdarahan juga terjadi diakibatkan kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga tentang betapa pentingnya menjaga kehamilan, apalagi kehamilan yang masih muda, sehingga membutuhkan perhatian khusus pada ibu yang sedang mengandung. Ibu biasanya masih mengerjakan pekerjaan yang berat, sehingga berpengaruh dan bisa menyebabkan perdarahan sehingga terjadi keguguran. Biasanya si calon ibu sering disalahkan dalam hal ini. Oleh karena itu, sebaiknya wanita yang baru hamil pertama kali dan hamilnya masih muda untuk bisa mengatur dan memperbaiki pola hidup dan tingkah lakunya agar tidak berakibat buruk nantinya. Perhatian dan pengaruh dari suami maupun keluarga juga sangat dibutuhkan dalam memberikan pengarahan kepada calon ibu khususnya pada wanita yang baru pertama kali hamil. Tidak melakukan pekerjaan berat, namun jangan juga hanya berdiam diri tanpa kegiatan, harus diselingi dengan kegiatan yang positif, yaitu melakukan senam ibu hamil atau sejenis olahraga ringan. Senam ibu hamil juga melatih pada saat persalinan nanti dengan teknik-teknik yang sudah ditentukan.   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar