PENYEBAB KEMATIAN IBU
KARENA PERDARAHAN
Angka
kematian ibu berkaitan erat dengan tingginya kasus kehamilan resiko tinggi,
yaitu kehamilan yang menyebabkan terjadinya bahaya dan komplikasi besar yang
dapat mengancam keselamatan ibu dan janin yang dikandungnya selama masa
kehamilan, melahirkan maupun pada masa nifas. Menempatkan upaya penurunan Angka
Kematian Ibu (AKI) sebagai program prioritas penyebab langsung kematian ibu di
Indonesia seperti halnya di Negara lain adalah perdarahan, infeksi, eklamsia
kedalam perdarahan dan infeksi sebagai penyebab kematian, sebenarnya tercakup
pula kematian akibat oburtus terinfeksi dan partus lama. Selain itu, kematian
ibu juga disebabkan oleh penyakit yang memburuk akibat kehamilan, misalnya
penyakit jantung dan infeksi yang kronis lainnya. Kematian ibu sering terjadi
karena pengetahuan yang masih rendah dari masyarakat tentang bahaya dan
komplikasi pada kehamilan resiko tinggi, dalam hal ini contohnya ; terlambat
memutuskan rujukan kepada tenaga kesehatan. Masyarakat umumnya di Indonesia dan
khususnya di daerah-daerah pedalaman atau daerah tertinggal masih memegang
teguh kepercayaan mereka kepada dukun bukan pada tenaga kesehatan khususnya
Bidan. Hal inilah yang menjadi pertentangan antara budaya dan ilmu pengetahuan.
Salah satu
penyebab kematian ibu adalah perdarahan atau pandarahan. Perdarahan merupakan
penyebab kematian ibu nomor 1 di Indonesia. Perdarahan dapat terjadi pada ibu
ketika dia sedang hamil, pada saat persalinan, dan juga dalam masa pemulihan
selama 40 hari setelah melahirkan (pada masa nifas). Penyebab perdarahan pada
masa kehamilan misalnya karena adanya aborsi atau pengguguran kandungan secara
sengaja, adanya kejadian secara spontan oleh tenaga kesehatan, adanya kelainan
letak tempat tertanamnya ari-ari pada tempat yang menutupi jalan lahir, atau
adanya trauma fisik pada daerah perut ibu hamil. Pada masa persalinan, misalnya
karena ibu bersalin di tolong oleh dukun yang tidak terlatih atau tidak ada ilmuyang mendukung profesinya,
usia ibu yang masih terlalu muda (masih belasan tahun) alat reproduksinya belum
siap sehingga mudah terjadi perdarahan, adanya anemia atau gizi yang buruk, ibu
yang terlalu sering melahirkan anak lebih dari tiga kali dan melahirkan anak dengan
jarak yang terlalu dekat kurang dari 2 tahun. Penyebab perdarahan pada masa
nifas antara lain adalah karena ibu yang minum ramuan obat atau jamu bersih
darah yang tidak aman untuk ibu baik setelah keguguran maupun setelah
melahirkan, akibat pijat pada daerah perut oleh dukun dan luka jahitan jalan
lahir terbuka.
Tanda-tanda
perdarahan seperti keluarnya darah dari jalan lahir bias menembus pakaian tidak
kunjung berhenti dengan warna darah merah segar. Hal yang di takutkan adalah
jika ada rasa mau pingsan, mata berkunang-kunang atau penglihatan kabur,
keluhan kepala pusing, kesemutan, telapak tangan dan kaki menjadi pucat dan
dingin, nafas menjadi sesak atau tersegal-segal, jika terjadi hal tersebut maka
sebaiknya jangan menunda untuk segera mencari pertolongan kepada bidan atau
dokter terdekat untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan dan untuk
keselamatan ibu dan janin jika masih bisa di selamatkan.
Perdarahan
juga terjadi diakibatkan kurangnya pengetahuan ibu dan keluarga tentang betapa
pentingnya menjaga kehamilan, apalagi kehamilan yang masih muda, sehingga
membutuhkan perhatian khusus pada ibu yang sedang mengandung. Ibu biasanya
masih mengerjakan pekerjaan yang berat, sehingga berpengaruh dan bisa
menyebabkan perdarahan sehingga terjadi keguguran. Biasanya si calon ibu sering
disalahkan dalam hal ini. Oleh karena itu, sebaiknya wanita yang baru hamil
pertama kali dan hamilnya masih muda untuk bisa mengatur dan memperbaiki pola
hidup dan tingkah lakunya agar tidak berakibat buruk nantinya. Perhatian dan
pengaruh dari suami maupun keluarga juga sangat dibutuhkan dalam memberikan
pengarahan kepada calon ibu khususnya pada wanita yang baru pertama kali hamil.
Tidak melakukan pekerjaan berat, namun jangan juga hanya berdiam diri tanpa
kegiatan, harus diselingi dengan kegiatan yang positif, yaitu melakukan senam
ibu hamil atau sejenis olahraga ringan. Senam ibu hamil juga melatih pada saat
persalinan nanti dengan teknik-teknik yang sudah ditentukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar